Karutan Sukadana ‘Tipu’ Kanwil Ditjenpas Lampung

0
Bagikan ke :

SUKADANA — (HANDALNEWS.ID) Selain dianggap sebagai bentuk pembodohan publik, surat klarifikasi Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas IIB Sukadana, Lampung Timur, yang mengklaim jika pemenuhan hak kebutuhan bagi warga binaan sudah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan, juga merupakan bentuk dari upaya untuk ‘menipu’ pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjenpas) Lampung. Polemik dugaan Korupsi anggaran jatah makan warga binaan ini menjadi semakin menarik setelah pihak Kanwil Ditjenpas Lampung ikut terjerembab dalam blunder yang di buat Karutan Sukadana.
‎
‎Seperti diberitakan sebelumnya, Karutan Sukadana mengirim surat kepada pihak Kanwil Ditjenpas Lampung dengan Nomor: WP.9.PAS.12-PK.10.01-1486 yang isinya klarifikasi terkait santernya pemberitaan media massa soal dugaan Korupsi anggaran pengadaan bahan makanan warga binaan yang nilainya mencapai Rp3.248.500.000.
‎
‎Dalam surat tersebut, sang Kepala Rutan Sukadana menyampaikan pembelaan diri dari dugaan yang dialamatkan kepada pihaknya dengan menulis klaim sepihak tanpa dilengkapi keterangan penunjang untuk memperkuat asumsinya.
‎
‎Akibatnya, elemen masyarakat dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRAK) Lampung, yang menerima salinan surat tersebut menuding jika Karutan Sukadana melakukan pembodohan publik dengan menulis klarifikasi tanpa subtansi dan keterangan yang termaktub lebih bersifat ‘curahan hati’ (curhat).
‎
‎Bahkan, Koordinator GRAK Lampung, Chaidir, juga menduga jika Karutan Sukadana berniat ‘menipu’ pihak Kanwil Ditjenpas Lampung melalui surat klarifikasi tersebut.
‎
‎”Kalau pihak Kanwil Ditjenpas Lampung tidak bijak dan cermat dalam menyikapi surat klarifikasi tersebut, bisa saja mereka menganggap semua baik-baik saja, padahal ada ratusan warga binaan yang mendekam di Rutan Sukadana sedang di rampas hak-nya sebagai seorang tahanan,” ujarnya.
‎
‎Bahkan kebohongan yang sangat nyata dalam surat klarifikasi dari Karutan Sukadana tersebut adalah ketika menyebut jika Kepala Pengamanan Rutan (KPR) sudah menghubungi awak media untuk memberikan keterangan dalam konfirmasi kepada awak media.
‎
‎”Padahal sangat jelas jika KPR Sukadana belum pernah memberikan keterangan apapun kepada awak media terkait dugaan tersebut. Hal yang begini saja Karutan Sukadana sudah berbohong, bagaimana kita tidak menduga jika beliau itu tidak berniat ‘menipu’ pimpinannya sendiri. Kan kacau,” tandas Chaidir. (HJ) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *