Dari Korupsi Hingga Intimidasi, Publik Tunggu Aksi Dirpamintel di Rutan Sukadana

SUKADANA —(HANDALNEWS.ID). Setelah deretan berita soal dugaan Korupsi anggaran pengadaan bahan makanan warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sukadana, Lampung Timur, mengemuka kemana-mana hingga banyak menarik perhatian publik. Bahkan, awak media yang konsen dalam pengungkapan kasus ini juga ikut menerima intimidasi untuk segera menghentikan pemberitaan yang dilakukan. Namun anehnya, pihak Dirpamintel Kemenimipas hingga saat ini belum juga unjuk gigi.
Dalam perkembangan paling anyar dalam upaya pengungkapan kasus dugaan Korupsi Rutan Sukadana, awak media yang konsen dalam pemberitaannya mulai banyak menerima serangkaian teror nomor-nomor tak di kenal.
Ada yang mengaku sebagai kerabat kepala rutan dan tak sedikit pula yang menelepon tanpa identitas jelas, dengan satu tuntutan yang sama yaitu segera hentikan pemberitaan terkait dugaan penyimpangan di Rutan Sukadana.
Koordinator Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRAK) Lampung, Chaidir, menyebut jika selain dugaan Korupsi yang menelan anggaran miliaran Rupiah, informasi yang diterima juga menguatkan indikasi bebasnya akses telepon genggam di dalam lingkungan Rutan oleh para tahanan disana. Hal ini diduga erat kaitannya dengan kelonggaran pengawasan yang dilakukan oleh oknum petugas di dalamnya.
Menurut Chaidir, situasi ini membuat masyarakat luas menanti langkah tegas dari Kepala Subdirektorat Pencegahan Gangguan Keamanan dan Pemeliharaan Keamanan (Dirpamintel) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Republik Indonesia.
”Publik berharap adanya gebrakan nyata untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan sekaligus intimidasi yang terjadi di bawah pengawasan institusi yang dipimpinnya. Publik tak hanya menunggu penjelasan, tetapi tindakan tegas dan transparan. Karena kebenaran tidak seharusnya dibungkam oleh siapa pun,” pungkasnya. (RED)
