Janda Lansia di Desa Bindu Belum Miliki Jamban, Kinerja Dinas Sosial Lampung Utara Disorot

0
Bagikan ke :

Lampung Utara ––(Handalnews.id). Kondisi seorang janda lanjut usia yang hidup seorang diri di Desa Bindu, Kabupaten Lampung Utara, menjadi sorotan sejumlah pihak. Mereka menilai penanganan terhadap warga miskin tersebut belum menyentuh kebutuhan yang paling mendesak.

Ketua DPC laskar Lampung , Adi Candra, menyampaikan kritik terhadap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Utara, Imam Hanafi, S.Pd., M.M. Menurutnya, Dinas Sosial dinilai belum menunjukkan kepekaan yang optimal dalam merespons persoalan kemiskinan yang dihadapi masyarakat.

Adi Candra mencontohkan kondisi Mbah Suminem, seorang janda lansia yang hidup sebatang kara dan hingga kini belum memiliki jamban karena keterbatasan ekonomi. Ia mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Kepala Dinas Sosial dengan harapan dapat diberikan bantuan pembangunan jamban.

Namun, menurutnya, bantuan yang direalisasikan hanya berupa paket sembako setelah tim dari Dinas Sosial melakukan kunjungan. “Yang diusulkan adalah bantuan pembangunan jamban, tetapi yang diberikan justru sembako. Tentu bantuan itu tetap bermanfaat, namun belum menjawab kebutuhan utama yang dihadapi Mbah Suminem,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Husni Tamrin,. Ia mengatakan bahwa sebelum mengajukan permohonan bantuan kepada Dinas Sosial, dirinya bersama masyarakat terlebih dahulu melakukan aksi sosial dengan menggalang dana untuk membantu Mbah Suminem. Dana yang terkumpul hanya cukup untuk membeli pasir, sementara kebutuhan material lainnya belum terpenuhi.

Menurut Husni, persoalan tersebut juga telah disampaikan kepada Pemerintah Desa Bindu. Namun hingga kini, penyelesaiannya masih sebatas janji sehingga pembangunan jamban belum juga terealisasi.

“Kami sudah berupaya melalui masyarakat, mengusulkan kepada pemerintah desa, bahkan menyampaikan kepada Dinas Sosial. Namun hingga sekarang kebutuhan dasar itu belum juga terpenuhi. Lalu kepada siapa lagi masyarakat harus berharap?” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap warga yang benar-benar hidup dalam kondisi memprihatinkan. Menurutnya, persoalan seperti yang dialami Mbah Suminem seharusnya menjadi prioritas penanganan karena menyangkut kebutuhan dasar dan kelayakan hidup.

Selain itu, ia juga mendorong agar instansi yang berwenang melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan anggaran pada Dinas Sosial maupun anggaran pemerintah desa, sehingga program penanggulangan kemiskinan benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.

Hingga berita ini disusun, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Utara maupun Pemerintah Desa Bindu belum memberikan keterangan resmi terkait kritik dan aspirasi yang disampaikan tersebut.(Bas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *