Memalukan, Tata Kelola BOS SMK Muhammadiyah 2 Metro Terindikasi Korupsi Rp1,3 Miliar

METRO — Kejadian yang teramat memalukan menyeruak dari balik indikasi Korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikelola Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Metro, Lampung, tahun 2025 yang berpotensi merugikan keuangan negara hingga Rp1.311.973.700 dari empat mata anggaran yang diduga bermasalah. Anehnya, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung seakan abai dan terkesan melakukan pembiaran atas segala persoalan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan ini. Kasus ini tidak hanya mengungkap soal dugaan Korupsi dengan kerugian negara didalamnya, tetapi juga skandal Nepotisme didalamnya.
Dari keterangan sumber yang diterima media ini, diketahui jika setidaknya terdapat empat mata anggaran yang diduga bermasalah dalam pengelolaan dana BOS 2025 milik SMK Muhammadiyah 2 Metro yaitu kegiatan pengembangan Perpustakaan Rp173.440.000; administrasi kegiatan sekolah Rp297.067.200; pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp148.821.500 serta pembayaran honor senilai Rp692.645.000.
Sumber media ini menyebut jika anggaran pada deretan komponen yang diduga bermasalah itu dianggap tidak masuk akal jika dibandingkan dengan aktivitas akademik yang berlangsung pada tahun 2025.
Dimana sumber juga menerangkan bahwa pola Korupsi dana BOS di SMK Muhammadiyah 2 Metro adalah dengan memanipulasi data laporan penggunaan anggaran dan penggelembungan nilai belanja.
Contohnya gampangnya, diteruskan sumber, pada kegiatan pengembangan Perpustakaan yang menelan porsi belanja cukup besar ternyata tidak memberikan dampak perubahan signifikan bagi pertumbuhan literasi satuan pendidikan, kegiatan yang ada juga terkesan monoton dan biasa-biasa saja.
”Selain itu pada bagian administrasi sekolah juga menelan porsi belanja cukup besar, namun bagaimana realisasi anggaran yang ada juga sangat tidak jelas dan terkesan ‘kocok bekem’. Dimana semua urusan pengelolaan uang sekolah dari dana BOS dikendalikan oleh sang kepala sekolah,” cetus sumber.
Dengan deretan masalah yang ada di SMK Muhammadiyah 2 Metro, justru pihak Disdikbud Provinsi Lampung terkesan abai dan melakukan pembiaran atas segala persoalan yang terjadi, dimana hal ini makin menguatkan kecurigaan soal skandal Nepotisme dibalik kasus penyelewengan dana BOS tersebut.
”Dengan sikap pasif dari Disdikbud Lampung bukan tidak mungkin ada aliran dana didalamnya. Sangat mungkin jika dugaan aliran dana haram Korupsi BOS itu mengalir dari hilir sampai ke hulu,” tutup sumber.
Hingga naskah ini dilansir awak media inj masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak SMK Muhammadiyah 2 Metro dan Disdikbud Provinsi Lampung. (Redaksi)
