Blunder, Plt Kepsek Bongkar Sendiri Kasus Korupsi SDN 1 Pasar Madang

TANGGAMUS —(HANDALNEWS.ID) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, Tanggamus, secara gamblang sudah mengungkap skandal dugaan Korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang terjadi disekolahnya dengan menyebut jika tenaga pendidik yang ada hanya berjumlah satu orang, sementara biaya yang dikeluarkan untuk pembayaran honornya mencapai Rp57 juta dalam satu tahun anggaran atau Rp4.750.000 setiap bulannya. Dari sini dapat dilihat bagaimana karut marutnya tata kelola anggaran dana BOS yang ada disekolah tersebut. Lebih parah lagi adalah sikap pasif dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tanggamus yang terkesan pura-pura buta dan tuli atas masalah yang terjadi.
Sadar dengan blunder yang terjadi, Plt. Kepala SD Negeri 1 Pasar Madang segera meralat pernyataan pertama dengan berdalih jika jumlah tenaga pendidik yang ada di tahun 2025 berbeda dengan tahun 2026. Dimana klarifikasi yang disampaikan ini justru semakin menguatkan dugaan jika ada yang tidak beres dengan tata kelola anggaran di sekolah itu.
Lalu, bagaimana mungkin publik dapat meyakini klaim sepihak dari Plt. Kepala SD Negeri 1 Pasar Madang yang berdalih jika di tahun 2025 semua kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan alokasi anggaran yang ada.
Bahkan dengan sesumbarnya sang Plt. Kepala SD Negeri 1 Pasar Madang mengatakan bahwa dalam realisasi pos pengembangan Perpustakaan pihaknya melakukan pengadaan buku-buku baru dan pengadaan perangkat komputer, sedangkan yang terpampang justru tumpukan buku lama dengan perangkat usang.
Tidak cukup disana, sikap jumawa dari Plt. Kepala SD Negeri 1 Pasar Madang juga ditunjukan dengan berkata bahwa semua penggunaan uang ada jalurnya, ada buktinya dan semuanya bisa dipertanggungjawabkan secara lengkap dan sah.
Ucapan ini terasa kosong dan cenderung mengada-ada, karena jangankan hal yang sifatnya banyak dan jelimet, bahkan untuk jumlah tenaga pendidik yang sehari-hari beraktivitas bersama saja sang Plt Kepala SD Negeri 1 Pasar Madang tidak paham dan meralat pernyataannya.
Namun dari semua kekonyolan yang sudah dipertontonkan Plt. Kepala SD Negeri 1 Pasar Madang, yang paling lucu adalah sikap pasif dari Disdikbud Tanggamus yang sampai saat ini masih bersikap acuh dan pura-pura buta serta tuli atas segala persoalan yang terjadi.
Entah apa yang terjadi sebenarnya, atau ada sebuah konspirasi tingkat daerah yang sedang terjadi. Publik kini hanya bisa menanti bagaimana ending dari kasus ini. (TIM)
