BOS SMAN 1 Blambangan Umpu Dikorupsi, Rp1,38 Miliar Menguap Kemana?

0
Bagikan ke :

WAY KANAN — (HANDALNEWS.ID). Persoalan dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA Negeri 1 Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, memunculkan beragam spekulasi panas didalamnya. Kebijakan menyimpang dari kuasa pengguna anggaran diduga menjadi biang kerok di balik menguapnya kucuran dana yang mencapai Rp1,38 miliar.

‎Berdasarkan data yang dihimpun, total dana BOS yang dikelola pihak SMA Negeri 1 Blambangan Umpu tahun 2025 mencapai Rp1.384.968.200 yang dialokasikan untuk sejumlah pos kegiatan dengan rincian, pengembangan Perpustakaan Rp154.000.000, administrasi kegiatan sekolah Rp683.577.365, langganan daya dan jasa Rp44.759.955, pemeliharaan sarana dan prasarana Rp225.602.880 serta pembayaran honor Rp277.028.000.

‎Dari keseluruhan anggaran, pos administrasi kegiatan sekolah menyerap dana terbesar, yakni lebih dari Rp683 juta atau hampir setengah dari total anggaran. Besarnya alokasi ini memunculkan tanda tanya terkait rincian penggunaan serta urgensinya dibanding kebutuhan lain yang lebih langsung menyentuh proses belajar-mengajar.

Sementara itu, anggaran untuk pengembangan perpustakaan yang mencapai Rp154 juta juga menjadi perhatian. Hingga kini belum diketahui secara rinci bentuk pengembangan yang dilakukan, apakah berupa penambahan koleksi buku, digitalisasi atau pembangunan fisik.

Di sisi lain, dana pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp225 juta serta pembayaran honor Rp277 juta dinilai cukup signifikan. Namun, minimnya keterbukaan informasi membuat publik kesulitan menilai apakah penggunaan dana tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan riil sekolah.

Sejumlah pihak menilai, transparansi dalam pengelolaan dana BOS merupakan hal yang krusial. Apalagi dana tersebut bersumber dari anggaran negara yang seharusnya digunakan secara efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
‎“Yang menjadi persoalan bukan hanya besarannya, tapi bagaimana rincian penggunaan itu bisa diakses publik. Harus ada akuntabilitas,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait rincian penggunaan anggaran tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

‎Kasus ini menambah daftar panjang dugaan lemahnya pengawasan dana pendidikan di daerah. Aparat terkait diharapkan segera melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS di SMAN 1 Blambangan Umpu. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *