Mantep, Bagian Umum Setdakab Way Kanan Siap Tumpas Anggaran Rp2 Miliar Untuk Makan-Minum Jamuan Tamu ‎

0
Bagikan ke :

WAY KANAN — (HANDALNEWS.ID). Aroma kopi, teh hangat, kudapan, hingga menu jamuan tamu tampaknya akan menjadi “menu prioritas” di lingkungan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Way Kanan pada tahun 2026. Pasalnya, anggaran belanja makan dan minum jamuan tamu tercatat mencapai fantastis Rp2.042.200.000. Jika dibagi dalam 250 hari kerja selama setahun, nilainya setara sekitar Rp8.168.800 per hari. Angka yang kemudian memantik berbagai komentar satir dari masyarakat.

“Ini tamunya rapat atau resepsi?” celetuk seorang warga sambil tertawa ketika mendengar besaran anggaran tersebut.
‎Dalam penelusuran sejumlah kalangan, anggaran jumbo itu disebut dialokasikan untuk kebutuhan konsumsi jamuan tamu pemerintah daerah sepanjang tahun 2026. Namun publik mulai bertanya-tanya, seberapa banyak tamu yang datang setiap hari hingga biaya suguhan bisa menembus jutaan rupiah.
‎Sebagian warga bahkan berseloroh bahwa tamu yang datang ke kantor pemerintah kemungkinan bukan tamu biasa.

‎“Mungkin yang datang setiap hari delegasi kerajaan luar negeri. Kalau tamu lokal rasanya kopi dan pisang goreng belum sampai jutaan sehari,” ujar seorang pedagang di dekat komplek Pemda Way Kanan.

Gelombang komentar juga bermunculan setelah rincian angka tersebut menjadi bahan perbincangan. Tidak sedikit yang membandingkan besarnya anggaran jamuan dengan kondisi sejumlah fasilitas publik yang masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah.

Mulai dari jalan rusak, drainase tersumbat, hingga pelayanan publik yang dinilai belum maksimal kembali diseret dalam diskusi warga. Sebagian masyarakat mempertanyakan skala prioritas anggaran di tengah tuntutan efisiensi belanja pemerintah.

“Kalau rakyat disuruh hemat, mungkin tamu pemerintah harus mulai belajar minum air putih,” ujar seorang warga lokal.

‎Meski bernada satire, kritik masyarakat dinilai mencerminkan meningkatnya sensitivitas publik terhadap penggunaan anggaran daerah. Terlebih, belanja makan dan minum selama ini sering dianggap sebagai pos yang sulit diukur efektivitas manfaatnya secara langsung.

Pemerintah daerah perlu lebih terbuka menjelaskan dasar perhitungan anggaran agar tidak memunculkan asumsi liar di masyarakat. Karena yang dipersoalkan bukan sekadar makan-minumnya, tetapi rasa keadilan publik ketika melihat kebutuhan dasar masyarakat masih banyak yang belum terselesaikan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Way Kanan terkait rincian peruntukan maupun mekanisme penggunaan anggaran jamuan tamu tersebut.

Sementara itu, masyarakat berharap belanja daerah ke depan lebih mengutamakan kebutuhan yang benar-benar menyentuh kepentingan publik luas dibanding sekadar memastikan meja jamuan selalu penuh hidangan. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *