GOW Metro Gencarkan Edukasi Pencegahan Perkawinan Dini di SMAN2

Metro,–(Handalnews.id). Dalam rangka rangkaian peringatan Hari Kartini ke 147 Gabungan Organisasi Wanita ( GOW) Kota Metro melaksanakan Kegiatan Goes To School Edukasi Pencegahan Perkawinan Usia Dini di SMA Negeri 2 Metro Barat, Kamis (30/04/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan halaman di SMA N 2 Kota Metro dan di lanjutkan dimasjid tersebut diawali dengan yel-yel edukasi tentang pencegahan perkawinan dini yang di ikuti oleh 600 siswa berserta para dewan guru dan dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Metro M. Rafieq Adi Pradana, kepala dinas P3AP2 dan KB dr. Silvia Maharani,, Ketua GOW Kota Metro Nidia Irine Sari Rafieq, DR. Megasari, Mpt dan Reni sebagai narasumber dan seluruh ketua- ketua organisasi sekota Metro, kepala sekolah SMAN 2 dan para dewan guru SMAN setempat.
Wakil walikota Metro M. Rafieq Adi Pradana menjelaskan Perkawinan dini adalah akad nikah yang dilangsungkan pada usia anak-anak atau remaja. Peraturan yang berlaku, yaitu Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang menyebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun tapi bagi laki-laki bila belum berumur 21 tahun harus mendapatkan izin dari orang tua secara tertulis
Pendidikan Berkualitas, Pemberdayaan Diri Orang tua diharapkan memenuhi dan mendukung wajib belajar 12 tahun, serta memahami dampak negatif dari pernikahan di usia anak, dan berkomitmen untuk tidak menikahkan anaknya di bawah usia 19 tahun. Pemberdayaan Ekonomi, Dukungan Lingkungan, Kebijakan dan Dukungan Pemerintah,
Pernikahan usia dini masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah di Indonesia. Praktik ini tidak hanya melanggar hak anak, tetapi juga berdampak negatif terhadap kesehatan, pendidikan, serta masa depan generasi muda. Oleh karena itu, edukasi dan upaya pencegahan pernikahan usia dini bagi siswa perlu terus digencarkan.
“Pasangan yang menikah di usia dini umumnya belum siap secara mental dan ekonomi untuk membangun rumah tangga, oleh karena itu dengan adanya edukasi ini harapkan para siswa untuk bisa mencegah perkawinan di usia dini, jaga nama baik sekolah”, ujarnya.
Pemerintah bersama berbagai pihak terus berupaya mencegah pernikahan usia dini melalui sosialisasi, pendampingan keluarga, serta peningkatan akses pendidikan.
” Untuk itu peran guru di sini sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada siswa siswi tentang pentingnya menunda pernikahan hingga usia matang dan siap secara fisik maupun mental”, ujar Wakil walikota Rafieq.
Selain itu, lingkungan sekolah dan masyarakat diharapkan aktif memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, serta hak-hak anak. Dengan kolaborasi semua pihak, diharapkan angka perkawinan usia dini dapat ditekan.
Pencegahan perkawinan usia dini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama melindungi anak berarti mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing karena pintar itu adalah pilihan dan memintarkan itu adalah kewajiban”,.pungkas Rafieq.
Ketua GOW Kota, Metro Nindia Irine Sari Rafieq menyampaikan dalam rangka rangkaian peringatan Hari Kartini ke 147 GOW melaksanakan kegiatan edukasi pencegahan perkawinan dini seperti yang di laksanakan pada hari.
Nindia juga menjaskan bahwa tujuan di adakan edukasi perkawinan dini adalah mencegah peningkatan angka pernikahan anak di bawah umur, meningkatkan pemahaman akan dampak negatifnya serta mendorong remaja menunda pernikahan demi pendidikan dan pengembangan diri. Edukasi ini juga memberikan bekal pengetahuan kesehatan reproduksi dan kesiapan mental.
Mendorong remaja untuk memprioritaskan pendidikan, meraih cita-cita, dan menunda pernikahan hingga usia ideal minimal 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk pria
Selain itu GOW juga memberikan puluhan doorprize bagi siswa, pemeriksaan kesehatan gratis dari klinik Metro Medical Center (MMC) dan pil penambah darah bagi siswa wanita sebanyak 60 butir yang berfungsi untuk mencegah dan mengatasi anemia defisiensi besi dengan meningkatkan produksi sel darah merah dan hemoglobin.
“Dengan diberikan suplemen tersebut sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang remaja putri”, ujar ketua GOW Nindia Irine Sari. (Mis)
