Siswa Perlu Belajar Manfaatkan Teknologi Untuk Pendidikan

0
Bagikan ke :

LAMPUNG BARAT — (HANDALNEWS.ID). Kebijakan penggunaan smartphone dalam pelaksanaan ujian tengah semester bagi siswa kelas III hingga kelas VI sekolah dasar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Barat, merupakan sebuah langkah revolusioner dimana teknologi dimanfaatkan secara optimal dalam menunjang proses pendidikan. Sebab pada era digital saat ini, penggunaan teknologi, termasuk smartphone, merupakan hal yang tidak dapat dihindari dan justru perlu dikenalkan sejak dini secara bijak.

‎Koordinator GRAK Lampung, Chaidir, menilai jika penggunaan smartphone juga dapat menjadi sarana pembelajaran yang menarik dan interaktif, sehingga siswa tidak hanya melihat ujian sebagai beban, tetapi juga sebagai bagian dari proses belajar yang modern dan relevan dengan perkembangan zaman.

‎”Dalam prakteknya, pemanfaatan smartphone dalam penyelenggaraan pendidikan dapat meningkatkan literasi digital siswa, sehingga terbiasa menggunakan teknologi untuk hal yang positif dan edukatif. Selain itu, penggunaan smartphone juga akan semakin memudahkan proses pelaksanaan ujian karena dapat dilakukan tanpa penggunaan kertas (paperless) dan hasilnya dapat langsung diproses serta melatih kemandirian dan tanggung jawab, siswa belajar mengoperasikan perangkat sendiri dalam situasi yang terarah,” ujarnya.

‎Bagi Chaidir, dinamika yang timbul dari kebijakan penggunaan smartphone dalam pelaksanaan ujian tengah semester bagi siswa sekolah dasar ini merupakan hal yang biasa, karena belum semua walimurid dapat memahami sesuatu yang baru, utamanya pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan.

‎”Kalau mau bicara jujur, anak-anak sekarang ini lebih memahami penggunaan smartphone untuk bermain game dan menonton video hiburan semata. Ketika teknologi yang ada dimanfaatkan untuk pendidikan kenapa justru menjadi kontroversi. Justru menjadi sangat tidak berdasar kalau alasannya hanya soal ketersediaan perangkat dan biaya paket data,” tambah Chaidir.

‎terkait kekhawatiran akan ketidaksiapan siswa, bagi Chaidir, pihak sekolah tentunya telah merancang sistem yang disesuaikan dengan kemampuan siswa sekolah dasar. Pendampingan dari guru serta panduan penggunaan telah disiapkan agar siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik tanpa mengalami kesulitan berarti. “Terkait ketimpangan fasilitas, sekolah juga mempertimbangkan solusi alternatif bagi siswa yang tidak memiliki perangkat memadai, sehingga tidak ada siswa yang dirugikan,” urainya.

‎Menurut Chaidir, wali murid perlu melihat kebijakan ini secara lebih terbuka dan objektif, serta bersama-sama mendukung upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. “Kita semua paham bahwa setiap kebijakan tentu memiliki tantangan, namun dengan pengelolaan yang baik, penggunaan smartphone dapat menjadi sarana yang mendukung proses pendidikan, bukan sebaliknya,” tutupnya. (Halimi Jaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *