Debu Erupsi Krakatau Melanda Srimelati, Kepala Pekon Himbau Warga Tetap Waspada dan Jaga Kesehatan

0
Bagikan ke :

TANGGAMUS — (HANDALNEWS.ID) Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terus terasa hingga ke daratan Kabupaten Tanggamus. Bukan hanya di wilayah Pematang Sawa, debu vulkanik hasil erupsi juga melanda Kecamatan Wonosobo, khususnya di Pekon Srimelati. Warga dan para pengendara mengeluhkan kondisi udara yang berdebu serta Mata terasa perih akibat paparan abu vulkanik yang melayang di udara.

‎Dari pantauan lapangan menunjukkan debu halus menyelimuti jalan raya dan pemukiman warga di sepanjang jalan Pekon Srimelati. Pengendara motor juga terpaksa melambatkan laju kendaraan, dan banyak yang menggunakan masker maupun kacamata untuk melindungi saluran pernapasan dan mata.

‎”Ketika melintas, debunya lumayan tebal. Mata langsung terasa perih dan pedas. Kami terpaksa berkendara pelan-pelan demi keselamatan dan agar tidak terlalu banyak menghirup debu,” ujar salah satu pengendara yang melintas di wilayah tersebut, Sabtu (5/9/2026).

‎Merespons kondisi tersebut, Kepala Pekon Srimelati, Nico Candra, langsung turun memberikan perhatian dan imbauan kepada seluruh warganya. “Saya berharap seluruh masyarakat Pekon Srimelati dan sekitarnya tetap berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Mari kita jaga kesehatan bersama, gunakan masker dan pelindung mata agar terhindar dari gangguan pernapasan maupun iritasi mata. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujar Nico Candra dengan penuh kepedulian.

‎Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Siring Betik, Kecamatan Wonosobo, menyatakan pihaknya telah bersiap mengantisipasi dampak kesehatan dari debu vulkanik tersebut. “Baik, kami sudah mempersiapkan masker dan obat-obatan, serta terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan para bidan desa dan Pak Kakon. Masker yang tersedia di Puskesmas juga siap kami bagikan kepada warga yang membutuhkan,” ungkap Kepala Puskesmas Siring Betik.



‎Kondisi ini mendorong warga Pekon Srimelati dan sekitarnya untuk lebih waspada. Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, selalu menggunakan masker, serta menutup rapat jendela dan pintu rumah agar debu tidak masuk ke dalam ruangan. Bagi yang memiliki gangguan pernapasan atau mata, disarankan segera mencari pertolongan medis jika keluhan memburuk.

‎Hingga saat ini, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terpantau cukup tinggi, sehingga potensi hujan debu dapat terjadi sewaktu-waktu tergantung arah dan kecepatan angin. Masyarakat di wilayah pesisir dan perbukitan Tanggamus diharapkan tetap memantau informasi terkini dari pihak berwenang dan bersiap siaga. (Halimi Jaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *