Dalang Pungli Rekrutmen Pegawai RSUD Batin Mangunang Terungkap, Sumber Beberkan Dua Nama ‘Pemain Inti’

TANGGAMUS — (HANDALNEWS.ID) Misteri soal dugaan pemotongan honor maupun pungutan liar dalam rekrutmen pegawai BLUD di lingkungan RSUD Batin Mangunang, Tanggamus, perlahan mulai terkuak. Sumber internal yang sangat berkompeten mengungkap dua nama sebagai ‘pemain’ inti dari balik kasak-kusuk uang haram yang berputar di lingkungan rumah sakit andalan daerah tersebut. Nama pertama yang disebut berinisial ‘E’ yang menjabat sebagai kepala bagian dan nama lainnya berinisial ‘D’ dengan posisi sebagai kasi.
Keterangan dari sumber internal ini juga menjadi tamparan keras bagi Direktur RSUD Batin Mangunang yang sebelumnya sesumbar membantah soal tuduhan pungli rekrutmen dan potongan honor pegawai di lingkungan rumah sakit, selain itu pengakuan sumber ini juga bisa menjadi pintu masuk pertama bagi pihak Inspektorat Daerah Kabupaten Tanggamus yang sudah mendeklarasikan bakal segera mulai menyelidiki dugaan permasalahan disana.
”Sumber kami siap bongkar-bongkaran jika memang pihak berkaitan bisa menjamin keselamatan dirinya, karena informasi yang bakal disampaikan itu bersifat sangat sensitif dan enyangkut sistem yang selama ini menguasai dan berakar di RSUD Batin Mangunang,” ujar Koordinator GRAK Lampung, Chaidir, saat dikonfirmasi oleh awak media ini.
Dikatakan Chaidir, jika pihaknya juga memiliki sumber terpercaya yang baru saja melakukan transaksi dalam praktek pungli rekrutmen pegawai BLUD RSUD Batin Mangunang. “Saat itu sumber kami ingin memasukan kerabatnya untuk bekerja di rumah sakit itu dengan menyertakan uang tunai sebesar 5 juta Rupiah, namun di tolak oleh oknum ‘E’ dan ‘D’ karena nominalnya kurang dari permintaan sebesar 25 juta Rupiah,” urainya.
Menurut Chaidir, pungli rekrutmen pegawai di lingkungan RSUD Batin Mangunang memang dibanderol dengan kisaran angka 25 hingga 30 juta Rupiah dan semua transaksi dilakukan secara tunai agar tidak terlacak dalam proses transaksinya.
”Dua pemain itu memang sudah lihai dan piawai, keduanya merupakan ganda campuran yang menjadi ujung tombak dari segala prilaku pungli rekrutmen pegawai disana. Dengan pengakuan ini, kita rasa langkah pihak Inspektorat akan semakin mudah untuk mengungkap kebenaran yang ada,” tandasnya. (Halimi Jaya)
