Korupsi MAN 1 Lamteng Tembus Rp1,8 Miliar, APH Didesak Usut

LAMPUNG TENGAH —(HANDALNEWS.ID) Sejak tahun 2024, dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam tata kelola anggaran milik Madrasah Alyah Negeri (MAN) 1 Lampung Tengah mencapai Rp1.850.102.000 dari empat mata anggaran yang diduga bermasalah. Rentang kendali dan pengawasan yang sangat longgar membuat satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia ini leluasa dalam melancarkan prilaku Koruptif.
Dari penelusuran yang dilakukan media ini, diketahui jika keempat mata anggaran bermasalah dalam tata kelola kegiatan milik MAN 1 Lampung Tengah antara lain belanja keperluan kantor yang menembus Rp404.400.000; belanja bahan Rp581.950.000; belanja barang operasional Rp385.600.000 dan belanja pemeliharaan sebesar Rp478.152.000.
Mata anggaran tersebut diduga bermasalah lantaran nilai ketersediaan anggaran yang ada sangat tidak relevan dengan serapan yang dilakukan, sehingga terdapat potensi kelebihan bayar yang mengarah kepada indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Seperti dalam realisasi belanja pemeliharaan yang diantaranya digunakan untuk pemeliharaan halaman, perbaikan gudang, perbaikan dinding kantor, perbaikan sarana olahraga dan perbaikan taman, dimana masing-masing kegiatan itu menelan biaya tak kurang dari puluhan juta Rupiah.
Selain itu, terungkapnya dugaan KKN pada satuan pendidikan pada lembaga vertikal yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia ini menjadi gambaran soal bagaimana lemahnya pengawasan yang selama ini dilakukan. Terlebih tata kelola anggaran yang dilakukan juga terkesan penuh dengan selubung misteri.
Setiap tahunnya, dugaan KKN dalam tata kelola anggaran milik satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama RI seperti MAN 1 Lampung Tengah sangat merugikan keuangan Negara dan terkesan tidak pernah tersentuh hukum lantaran minimnya akses informasi.
Hingga naskah ini dilansir, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak MAN 1 Lampung Tengah dan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung. (Red)
