Refleksi Satu Tahun Parosil-Mad Hasnurin : Ekonomi Bertumbuh, Kemiskinan Menuru

0
Bagikan ke :

LAMPUNG BARAT — (HANDALNEWS.ID). Refleksi satu tahun kepemimpinan Parosil Mabsus – Mad Hasnurin sebagai bupati dan wakil bupati Lampung Barat pada tahun 2025 ini diwarnai indikator makro pertumbuhan ekonomi serta penurunan angka kemiskinan yang sangat signifikan. Tidak berhenti disana, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung Barat juga mengalami peningkatan hingga 73,14 poin yang membuat Bumi Beguay Jejama berada di peringkat tinggi.

Dalam rapat paripurna DPRD Lampung Barat dengan agenda Nota Pengantar laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah pada Selasa 31 Maret 2025, diketahui jika pertumbuhan ekonomi yang terjadi mencapai 5,45 persen atau meningkat sangat signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di kisaran 4,36 persen. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat pesat itu dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan yang menjadi 9,93 persen.

Percepatan pertumbuhan menjadi indikator bahwa kondisi aktivitas perekonomian masyarakat bergerak lebih baik, serta penurunan angka kemiskinan ini menunjukan bahwa program yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berhasil memberikan dampak nyata, walaupun masih harus didorong lebih optimal lagi.

Sedangkan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Barat tahun 2025 ikut mengalami peningkatan menjadi 73,14 poin. Dimana peningkatan ini didukung sejumlah komponen seperti usia harapan hidup, rata-rata lama sekolah serta peningkatan pengeluaran per kapita masyarakat.

Sementara nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tercatat sebesar Rp10,733 triliun atau naik sekitar 8 persen disbanding tahun sebelumnya. Kendati demikian struktur ekonomi Lampung Barat masih di dominasi sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Tingkat pendapatan masyarakat yang diukur melalui gini rasio pada tahun 2025 juga berada di level 0,260 atau lebih baik dari tahun sebelumnya, artinya distribusi pendapatan masyarakat Lampung Barat semakin merata dan menjadi sebuah indikator penting dalam pelaksanaan pembangunan yang berkeadilan.

Dari aspek keuangan daerah, realisasi pendapatan mencapai Rp1,023 triliun atau 96,56 persen dari target. Sementara belanja daerah terealisasi sebesar Rp1.014 triliun atau 92,73 persen dari total anggaran. Adapun Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 tercatat sebesar Rp43,022 miliar.

Capaian tersebut menunjukan pengelolaan keuangan daerah yang cukup optimal, dimana Pemerintah Daerah Lampung Barat terus berupaya menjaga keseimbangan fiskal agar pembangunan daerah tetap berjalan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Sinergi yang terbangun selama ini menjadi faktor kunci dalam mendorong berbagai program pembangunan berjalan dengan baik, dimana diperlukan dukungan dari seluruh pihak untuk terus melakukan pembenahan di berbagai sektor pembangunan, teruatam pada aspek yang dinilai masih belum optimal. (Halimi Jaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *