Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, Membagikan Alat Bantu Disabilitas Berupa Kursi Roda, Tongkat Hingga Alat Endengar

0
Bagikan ke :

Bandar Lampung —(Handalnews.id). Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, membagikan alat bantu disabilitas berupa kursi roda, tongkat dan alat dengar kepada warga yang membutuhkan. Senin (25/8/2025).

Bantuan tersebut ditujukan bagi warga lansia maupun masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik.

Walikota turun langsung menyalurkan bantuan pada hari ini kepada beberapa warga, di Kelurahan Penengahan, Kelurahan Sukamenanti, Kelurahan Surabaya, Kelurahan Sidodadi, yg terletak di Kecamatan Kedaton.

Walikota berharap kepada Camat, Lurah hingga Kepala Puskesmas di Kota Bandar Lampung berperan aktif memantau warganya terutama yang membutuhkan bantuan.

Melalui kegiatan ini, Walikota berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta membantu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.

Dan juga menghimbau kepada keluarga penerima bantuan agar ikut mengurus dan merawat anggota keluarganya yang sakit.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may have missed

‎Winarni ‘Dalang’ Kematian Oknum Kabid DPMPTSP Tanggamus ‎ ‎TANGGAMUS — Jika merunut kasus meninggalnya Kepala Bidang Perizinan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanggamus, pada Minggu 1 Maret 2025, sosok seorang wanita yang diketahui sedang bersama korban saat kejadian tidak bisa dilepaskan sebagai ‘dalang’ dari kejadian naas tersebut. Apapun dalihnya, keberadaan sang wanita bersama korban pada momen tragis itu bakal menjadi kunci mengungkap kasus ini. ‎ ‎Seperti ramai diberitakan, Kepala Bidang Perizinan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanggamus ditemukan meninggal dunia diruang kerjanya pada Minggu 1 Maret 2026. Saat kejadian korban rupanya sedang bersama dengan seorang wanita bernama Winarni yang diketahui sebagai seorang pegawai berstatus PPPK di Sekretariat DPRD Tanggamus. Dugaan mengarah pada konsumsi obat kuat yang menyebabkan korban mengalami over dosis (OD) hingga meninggal dunia. ‎ ‎Dari informasi yang beredar, diketahui jika dalam pertemuan pada hari Minggu (1/3) tersebut, korban yang diketahui memiliki riwayat penyakit jantung mengkonsumsi obat kuat hingga mengalami sesak nafas. Mengetahui kondisi semakin memburuk, Winarni yang bersama korban coba memberikan pertolongan pertama, namun kondisi tidak kunjung membaik hingga korban dinyatakan meninggal dunia. ‎ ‎Hingga naskah ini dilansir, pihak Kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kematian korban. Aparat masih melakukan pendalaman, termasuk kemungkinan adanya faktor medis yang memicu meninggalnya korban. ‎ ‎Selain itu, kendati belum ada pernyataan resmi dari pihak-pihak terkait, santer tersiar soal hubungan khusus antara korban dengan Winarni yang mengarah pada dugaan perselingkuhan yang melatarbelakangi kejadian naas tersebut. ‎ ‎Bahkan dari keterangan sumber media ini, disebutkan jika antara Winarni dan korban sudah memiliki panggilan khusus yang menerangkan hubungan terlarang diantara keduanya. “Kalau kita lihat dari bukti screenshot chat antara Winarni dengan korban, panggilan diantara mereka berdua sudah ‘Papi-Mami’ yang menunjukan bagaimana intim hububgan diantara mereka,” cetus sumber. ‎ ‎Atas kejadian tersebut, pihak keluarga korban maupun pihak Winarni belum memberikan keterangan apapun kepada media. Sementara itu, sejumlah rekan kerja menyatakan terkejut atas peristiwa mengejutkan tersebut. Hingga saat ini, persoalan yang terjadi masih dalam penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwajib guna memastikan penyebab kematian secara medis serta memastikan tidak adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. ‎ ‎Bahkan ketika awak media ini coba menghubungi Winarni belum mendapat jawaban, beberapa kali coba disambangi di kantornya juga tidak berhasil ditemukan. (Halimi jaya)